Mangan ora mangan,
sing penting kumpul.
Saung Tumaritis lahir dari kerinduan akan dapur ibu di Boyolali — soto bening yang masih mengepul, sambal kacang yang baru diulek, dan obrolan yang tak putus sampai matahari condong.
Kami menjaga resep itu apa adanya: kaldu ayam kampung yang direbus pelan, bumbu yang ditakar tangan bukan timbangan, dan keramahan yang tidak diajarkan, hanya diwariskan.